Tumbuhan Lumut

Minggu, 05 Februari 2012

1. CIRI-CIRI DAN SIFAT LUMUT
Tumbuhan lumut dapat di jumpai di berbagai tempat seperti di hutan, sungai, gurrun, Lumpur, tembok, sumur, dan permukaan batu bata. Tetapi pada umumya lumut banyak di jumpai di tempat yang lembab. Karena semua lumut masih berupa talus dan belum memeiliki kormus yang jelas .
Lumut merupakan tumbuhan autotrop fotosintetik, tak berpembuluh, meemiliki struktur yang mrnyerupai akar, batang, daun. Retapi akar lumut berupa rizoid. Struktur rizoid menyerupai bulu-bulu akar. Melalui rizoid , lumut menempel pada dubtrat dan menyerap air mineral dari dalam tanah. Maka lumut di anggap sebagai peralihan dari tumbuhan thalllus ke tumbuhan berkormus, karena lumut memiliki cirri thallus berupa rizoid & kormus yang berupa batang dan daun.
Lumut umumnya berukuran kecil, tingginya kurang dari 2 cm, meskipun ada yang mencapai 1.5 m lumut tidak memiliki system pembuluh khusus untuk menggangkut air dan mineral organic. Proses pendistribusian air berjalan lambat. Yaitu secara difusi.

2. REPRODUKSI LUMUT
Lumut bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual ( vegetatif ) di lakukan dengan cara pembentukan gemma, penyebarab spora, dan fregmentasi.
Reproduksi seksual ( generatif ) dilakukan dengan cara peleburan sel gamet jantan ( spermatozoid ) dengan sel gamet betina ( ovum ). Spermatozoid dihasilkan oleh anteredium ( alat kelamin jantan ), sedangkan ovum dihasilkan oleh arkegonium ( sel kelamin betina ).

3. DAUR HIDUP LUMUT
Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan ( metagenesis ) dalam 2 fase,, yaitu fase vegetatif, dan fase generatif. Fase vegetatif dikenal sebagai fase sporofit, yaitu fase yang menghasilkan spora. Sedangkan fase generatif dakenal sebagai fase gametofit, yaitu fase yang menghasilkan sel kelamin ( gamet ).
Pada fase gametofit terbentuk gamet jantan ( anteridium ) dan gamet betina ( arkegonium ). Jika terjadi pembuahan dari kedua macam gamet tersebut, akan terbentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi sporofit. Selanjutnya, sporofit melalui sporagonium akan menghasilkan spora. Spora yang jatuh pada tempat yang sesuai akan membentuk protonema, kemudian berkembang menjadi lumut dewasa.

4 KLASIFIKASI LUMUT
Berdasarkan letak anteridium dan arkegonium, lumut dibedakan atas 2
kelompok, yaitu :

1. Lumut homotallus : merupakan kelompok Lumut yang masing-masing talusnya memiliki anteridium dan arkegonium pada satu tubuh (talus). Lumut ini juga disebut Lumut berumah satu.
2. Lumut heterotalus : merupakan kelompok Lumut yang masing-masing talusnya memiliki anteridium saja atau arkegonium saja. Lumut ini juga disebut Lumut berumah dua

Sedankan berdasarkan bentuk morfologi dan sifat hidupnya, lumut di bagi mrnjadi 3 kelompok, yaitu :

1. Lumut hati :
Lumut hati merupakan Lumut yang berbentuk lembaran. Lumut hati tidak memiliki akar, batang, & daunyang sebenarnya sehingga mereka disebut juga tumbuhan talus. Struktur talus pada Lumut hati dikenal dengan istilah lobus. Letak anteridium & arkegonium terpisah. Lumut hati biasanya mudah di temukan di tebing-tebing yang basah.
Salah satu contoh Lumut hati adalah marchantia. Setiap lobus Lumut ini memiliki ukuran panjang 1cm atau lebih. Permukaan atas lobus licin, sedangkan permukaan bawahnya terdapat sejumlah rizoid yang dapat tertenam ke dalam tanah.
Marchantia bereproduksi secara aseksual & seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan gemma yang dihasilkan dari bagian darsal talus. Cara reproduksi aseksual lainnya adalah dengan melakukan fregmentasi.
Reproduksi seksual di lakukan dengan cara peleburan gamet jantan dengan gamet betina. Spermatozoid berflagel yang di keluarkan oleh anteridium berenang menuju ovum yang di hasilkan oleh arkegonium hingga terjadi pembuahan. Hasil pembuahan akan membentuk zigot yang berkembang dan tumbuh menjadi Lumut baru. Contoh Lumut hati adalah Marchantia polymorpha & Maechantia geminate.

2. Lumut tanduk :
Lumut tanduk sering ditemukan di danau, sungai, atau selokan, stuktur tubuhnya hamper sama dengan Lumut hati. Lumut tanduk juga mengalami pergiliran keturunan dalam 2 fase. Fase sporofitnya membentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk. Contoh dari Lumut tanduk adalah Anthoceros sporophytes.

3. Lumut sejati :
Lumut sejati banyakditemukan di daerah yang lembab dan teduh. Seperti di daerah kutub, teopis, atau gurun. Tubuhnya berukuran kecil, berbatang semu tegak, dan lembaran daunnya tersusun spiral. Pada pangkal batang terdapat rizoid yang bercabang dan bersepta yang berfungsi sebagai akar. Letak anteredium & arkegonium terpisah. Lumut sejati memiliki kutikula dan stomata sehingga dapat mencegah hilangnya air dari dalam selnya.
Reproduksi Lumut sejati dapat terjadi secara aseksual & seksual. Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara fragmentasi. Sedangkan reproduksi seksual dilakukan dengan cara peleburan sel gamet jantan dengan sel gamet betina.
Lumut sejati juga mengalami pergiliran keturunan dari fase gametofit ke fase sporofit. Pada fase gametofit ( fase generatif ) Lumut menghasilksn gematangium,yaitu berupa anteridium dan arkegonium. Anteredium akan menghasilkan spermatozoid, sedangkan arkegonium menghasilkan sel telur. Pada fase tersebut spermatozoid berenag menuju sel telur hingga terjadi peleburan sel kelamin. Hasil peleburan kedua sel kelamin akan membentuk zigot. Selanjutnya zigot akan tumbuh menjadi sporogonium ( fase sporofit ) yang tetap menempel pada lumut ( fase gametofit ).

Pada sporongium Lumut sejati terdapat bagian-bagian aebagai berikut :
a. vaginula, yaitu selubung pada pangkal tangkai sporangium yang berasal dari dinding arkegonium.
b. Seta, yaitu tangkai sporangium
c. Apofisis, yaitu bentuk pelebaran dari ujung seta atau suatu peralihan dari seta ke sporangium
d. Sporangium, yaitu kotak spora yang menjadi tempat pembentukan spora.
e. Kaliptra, yaitu semacam kapsul atau tuundung sporangium yang berasal dari dinding arkegonium.

Sporangium berbentuk seperti periuk. Pada bagian ujung tetdapat sederet gigi peristom yang tersusun secara melingkar. Gigi perstom berfungsi sebagai pengatur pengeluaran spora. Pada saat spora keluar dan jika spora jatuh di tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi protema yang selanjutnya tumbuh menjadi Lumut sejati sebagai fase ( generasi ) gamerofit. Contoh Lumut sejati antara lain : Sphagnum fimbriantum, Polytrichum commune, Funaria hygrometrica, Aerobryopsis longisima, dll

6. PERAN LUMUT
Kemampuan adaptasi Lumut lebih baik dibandingkan tumbuhan berpembuluh. Lumut dapat tumbuh pada dinding batu atau celah-celah karang. Lumut dapat mengubah stuktur batu atau karang menjadi lapisan tanah sebagai tempat t umbuh bagi makhluk hidup lain.
Di hutan Lumut sangat berperan dalam menyerap & menahan air hujan. Artinya tumbuhan tersebut dapat mencegah terjadinya banjir pada musim hujan dan mampu menyediakan air pada musim kemarau.
Beberapa jenis Lumut memiliki nilai komersil, Misalnya sphagnum memiliki kemampuan menyarap air yang sangat besar aehingga sering digunakan di kebun untuk memperbaiki kemampuan tanah dalam menahan air. Pada daerah yang tanahnya bersifat asam atau lembap, sisa-sisa sphagnum akan menumpuk tanpa mengalami pelapukan. Tumpukan Lumut tsb disebut peat yang dapat digunakan sebagai bahan baker. Selain sphagnum, Marchantia polymorpha diduga dapat dijadikan sebagai obat hepatitis ( radang hati ).

0 komentar:

Poskan Komentar